• (022) 251 6778
  • info@cls.sch.id
  • Jl. Ligar Taqwa No. 2 Komp. Bukit Ligar, Bandung
  • Article

    Membimbing sambil Terbimbing

    Orangtua mempunyai peranan penting dalam membentuk karakter seorang anak karena keluarga adalah tempat pertama untuk anak mengenal karakter orang. Selain dalam lingkungan keluarga, anak juga perlu bersosialisasi dengan berbeda-beda orang dan mengenal setiap karakter yang orang lain miliki. Salah satu lingkungan yang mendukung untuk mengenal karakter anak adalah sekolah. Tidak hanya sekedar untuk mengenal, di sekolah anak pun dibimbing untuk mempunyai karakter yang baik.

    Cendekia Leadership School adalah salah satu sekolah inklusi di Bandung. Sekolah inklusi adalah sekolah yang menggabungkan layanan pendidikan antara anak reguler dan anak berkebutuhan khusus, dalam pelayanan pendidikan sekolah dapat memberi pelayanan sesuai dengan kebutuhan anak. Dengan adanya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), sekolah membutuhkan seorang guru pendamping (Special Needs Assistant) khusus untuk mendampingi ABK. Tugas seorang guru pendamping adalah mendampingi ABK dan membuat program belajar sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan anak.

    Diamanahi menjadi seorang guru pendamping adalah kesempatan yang luar biasa untuk dilakukan. Awalnya saya pesimis menjadi seorang guru pendamping, karena saya bukan berlatar belakang guru Pendidikan Luar Biasa. Namun dengan seiringnya waktu saya dapat belajar banyak dari pengalaman selama saya menjadi guru pendamping. Selama saya menjadi guru pendamping, saya dapat belajar banyak tentang berbagai ilmu dan tentunya belajar akan karakter pribadi saya sendiri. Sekolah ini mempunyai visi yang bertujuan “mengembalikan manusia kepada fitrah mereka sebagai Khalifah Fil Ardh dan Hamba Allah”, tidak hanya siswa saja yang harus menjadi seorang pemimpin (Khalifah Fil Ardh), namun setiap guru pun harus mempelajari menjadi seorang pemimpin. Berbagai karakter seorang pemimpin dapat dipelajari dimanapun dan dari siapapun. Salah satu penyumbang ilmu karakter adalah seorang anak yang istimewa.

    Karakter pertama yaitu bertanggung jawab. Sesuai dengan indikator dalam Leadership Skills, tanggung jawab termasuk ke dalam kelompok Health yaitu tanggung jawab pribadi (Self-responsibility). Semua tugas atau pekerjaan harus dilakukan dengan rasa tanggung jawab, contoh saya melihat dari anak saat ia bermain dengan alat permainan, ia merapikan kembali mainan yang sudah dipakai. Karakter tersebut terlihat pada diri anak yang saya dampingi. Karakter kedua yaitu percaya diri pada setiap hal yang akan dihadapi, tidak berpikir salah atau benar yang penting berusaha untuk menunjukkan potensi yang dimiliki, karakter ini dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan bangga pada diri sendiri. Karakter ini sesuai dengan kelompok Hands yaitu motivasi diri (Self-motivation). Karakter ketiga yaitu tertib pada diri sendiri. Sesuai dengan Leadership skills pada kelompok Health yaitu disiplin pribadi (Self-discipline). Sekecil apapun hal yang tidak tertib harus segera diperbaiki dan tidak menunggu orang lain untuk memperbaiki. Karakter ini dapat membimbing saya untuk selalu memperbaiki kesalahan sekecil apapun dan melakukan pekerjaan sampai tuntas. Ketiga karakter tersebut, dapat membimbing saya untuk senantiasa konsisten melakukan karakter tersebut dengan baik.

    Menjadi guru pendamping bagi saya menyenangkan, dengan didasari keikhlasan dan kasih sayang saat mendampingi itu akan terasa mudah. Saya belajar kesabaran menghadapi anak yang karakternya bertolak belakang dengan teman-temannya, saya belajar bahwa mendapatkan ilmu tidak hanya dari buku karena mengamati seseorang pun dapat memperbanyak ilmu, saya merasa terbimbing dengan adanya perilaku-perilaku anak yang unik, khusus dan tidak umum dimiliki setiap anak. Menanamkan karakter baik pada anak sejak dini sangatlah disarankan, hebat untuk para orang tua yang mengenalkan karakter-karakter baik pada anak karena karakter tersebut dapat mempengaruhi orang lain dan dapat memberi manfaat baik pada orang lain. Semangat untuk belajar

    Oleh: Erfina Purwandari

    Tags

    1 comment

    • desti rahmawati
      / Reply

      keren bu fina…. 😉

    Leave a comment