• (022) 251 6778
  • [email protected]
  • Jl. Ligar Taqwa No. 2 Komp. Bukit Ligar, Bandung
  • Article

    MEMPERKENALKAN LITERASI SEJAK DINI, MENGAPA TIDAK!

    MEMPERKENALKAN LITERASI SEJAK DINI, MENGAPA TIDAK!

    Literasi itu,  apa sih? Secara Istilah dalam bahasa Indonesia, literasi adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Dalam bahasa Inggris, literacy artinya kemampuan membaca dan menulis (the ability to read and write) dan “kompetensi atau pengetahuan di bidang khusus” (competence or knowledge in specific area).

    Adapun pengertian literasi yang dikemukakan oleh National Institute for Literacy (NIFL) yaitu  :

    “ Literasi adalah kemampuan individu untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.”

    Sedangkan menurut Education Development Center (EDC), literasi lebih dari sekedar kemampuan baca tulis. Literasi adalah kemampuan individu untuk menggunakan segenap potensi dan keterampilan (Skills) yang dimiliki dalam hidupnya. Dengan pemahaman bahwa literasi mencakup kemampuan membaca kata dan membaca “ dunia “.

    Secara umum, literasi adalah seperangkat keterampilan nyata, khususnya keterampilan kognitif membaca dan menulis, yang terlepas dari konteks dimana keterampilan itu diperoleh dan dari siapa memperolehnya.

    Di masa sekarang, pendidikan literasi sedang gencar-gencarnya dilakukan oleh para praktisi pendidikan untuk mencetak individu yang tidak hanya cerdas dalam bidang akademik, namun juga memiliki pola pikir kritis dan logis. Praktiknya tentu saja tidak harus terpaku pada pembelajaran di sekolah. Orang tua di rumah pun perlu turut andil dalam menanamkan pendidikan literasi pada anak-anak mereka mulai dari sejak dini.

    Tujuan utama literasi bukan hanya menekankan pada kemampuan anak untuk membaca atau menulis. Kedua jenis kemampuan tersebut sebenarnya hanya menjadi landasan bagi tujuan yang lebih luas, yakni membentuk generasi yang mampu berpikir kritis dalam menyikapi setiap informasi yang diperoleh.

    Beberapa kiat yang bisa kita lakukan untuk mengoptimalkan kemampuan literasi anak sejak dini antara lain :

    1. Melatih kemampuan dan mengenalkan anak membaca, menulis dan berhitung sejak dini

    Pengenalan literasi untuk anak sejak dini bisa dimulai dengan kebiasaan membacakan buku cerita atau dongeng pada anak secara rutin oleh orangtua di rumah. Meski terkesan seperti kegiatan sederhana, membacakan buku pada anak adalah tahap awal mengenalkan mereka pada dunia literasi.

    Isu rendahnya minat baca ini sudah ada sejak dulu. Bahkan hingga saat ini pun, angka minat baca masyarakat Indonesia masih berada pada peringkat dua terbawah. Peningkatan minat baca tentunya tidak akan bertambah begitu saja apabila tidak ada kebiasaan mengenalkan buku sejak dini. Beberapa penelitian menyebutkan proses belajar membaca merupakan fase penting anak usia pra sekolah.

    Sebuah survei yang dilakukan oleh salah satu divisi Kementerian Pendidikan Amerika Serikat menunjukkan bahwa balita yang terbiasa dibacakan buku oleh orang tua mereka bisa lebih cepat mengenal abjad. Survei lainnya memperlihatkan keberhasilan balita dalam tahapan literasi awal, seperti menulis namanya sendiri, membaca atau berinteraksi dengan buku, serta menghitung hingga bilangan dua puluh.

    2. Mengembangkan kemampuan berpikir kritis anak

    Tingkat literasi yang tinggi akan berbanding lurus dengan kemampuan seseorang untuk menerima, mengolah, dan menyikapi setiap informasi yang diterimanya. Oleh karena itu, pendidikan literasi yang diterapkan pada anak sejak dini berperan sebagai fondasi bagi mereka untuk bisa memiliki kemampuan berpikir kritis dan logis ketika dihadapkan dengan berbagai situasi. Pola pikir kritis diperlukan sebagai investasi yang akan berguna saat anak mulai memasuki dunia masyarakat yang sebenarnya di masa mendatang.

    3. Mempersiapkan anak untuk masuk sekolah.

    Mengenalkan poin-poin utama dalam pendidikan literasi pada anak sejak dini  akan membantu mereka mempersiapkan diri saat memasuki dunia sekolah. Perkembangan sosial-emosional, kognitif, bahasa, dan literasi adalah sejumlah aspek penting yang harus dimiliki anak. Aspek-aspek tersebut saling berhubungan satu sama lain dan dapat didukung dengan penerapan pendidikan literasi pada anak sejak dini.

    Tahapan literasi awal yang meliputi bahasa lisan dan tulisan serta pengetahuan mengenai angka dan huruf menjadi salah satu kunci keberhasilan anak usia dini dalam membaca. Kemampuan ini akan bisa diandalkan ketika mereka mulai mendapatkan pembelajaran di sekolah.

    4. Perkembangan literasi yang baik berpengaruh terhadap perkembangan akademik anak

    Pendidikan literasi yang telah diterapkan sejak dini akan memberikan dampak positif terhadap prestasi akademik seorang anak. Praktik pengenalan literasi awal dengan membacakan buku pada anak terbukti dapat membuat anak lebih sukses dalam bidang akademik.

    Hal tersebut dikarenakan anak yang telah terbiasa dikenalkan dengan dunia literasi memiliki kemampuan belajar dan berkomunikasi yang lebih baik daripada anak lainnya yang belum mendapatkan pengenalan mengenai literasi. Kemampuan akademik tersebut juga ditambahkan dengan kemampuan memecahkan masalah logis seperti dalam pengerjaan soal-soal matematika maupun yang lainnya.

    Melihat begitu banyaknya manfaat yang bisa didapatkan anak ketika mereka diberi pendidikan awal tentang literasi sejak usia dini, orang tua sudah sepantasnya menerapkan pendidikan tersebut sedini mungkin. Praktiknya bisa dimulai ketika anak sedang berada dalam tahap eksplorasi atau ketika mereka sudah mulai berbicara dan mulai mengekspresikan bahasa.

     

    Referensi :

    https://en.wikipedia.org/wiki/Literacy

    http://idd.edc.org/our_work/literacy

     

    Zaenal Mutaqin, S.Pd.

    Librarian

    Tags

    Leave a comment