• (022) 251 6778
  • [email protected]
  • Jl. Ligar Taqwa No. 2 Komp. Bukit Ligar, Bandung
  • Article

    Sepenggal Kisah Mengajar Anak Pra Sekolah

    Sepenggal Kisah Mengajar Anak Pra Sekolah


    Pada saat saya sudah menentukan pilihan untuk menjadi seorang pendidik, berarti saya sudah memutuskan untuk mendedikasikan kehidupan profesional saya dalam membantu anak-anak yang merupakan sumber daya manusia yang paling berharga agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang mandiri.

    Setelah sekian lama berkecimpung di dunia pendidikan, saya banyak menemukan hal-hal yang luar biasa dengan anak-anak, baik itu anak-anak prasekolah, anak-anak sekolah dasar maupun anak-anak SMP. Pada kesempatan ini, saya hanya akan mengulas sedikit pengalaman saya mengajar anak-anak prasekolah.

    Mengajar anak-anak prasekolah adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan sekaligus menantang. Menyenangkan; karena saya sebagai pengajar akan mengalami banyak hal yang mengesankan untuk pertama kalinya, seperti menjadi saksi pertama dalam melihat kemampuan anak-anak untuk mengatakan sesuatu dengan lugas dan jelas untuk pertama kalinya atau ketika anak dapat merespon/melakukan instruksi dengan baik. Sementara itu, bisa dikatakan menantang karena memang menjadi pengajar anak-anak prasekolah tidak hanya bagaimana kita bisa mentransfer sebuah ilmu saja namun bagaimana kita dituntut untuk membuat metode-metode belajar dan bermain yang bisa diterima dan sesuai dengan usia perkembangan mereka. Adapun beberapa indikator penting yang harus dimiliki setiap pengajar khususnya pengajar anak prasekolah diantaranya:

    • Perkembangan sosial dan emosional
    • Perkembangan fisik
    • Bahasa dan literasi
    • Berpikir matematis
    • Pemikiran ilmiah dan seni

    Semua indikator di atas merupakan kompetensi  dasar yang harus dimiliki oleh para pendidik sehingga setiap program kegiatan belajar/bermain yang dibuat dapat disesuaikan dengan usia perkembangan anak-anak.

    Sejauh pengamatan saya dalam mengajar selama ini, ada hal dasar yang begitu penting yang harus diketahui bahwa anak-anak hanya ingin belajar dengan orang yang mereka “sukai”. Maka dari itu memiliki minat pribadi untuk menyenangi anak-anak dan mau bersungguh – sungguh memasuki dunia bermain mereka merupakan modal yang sangat besar untuk bisa “diterima” oleh mereka.

    Pada saat anak-anak sudah mau menerima seseorang (pendidik) di dalam “dunianya”, maka akan begitu mudah bagi seorang pendidik untuk bisa mengajak anak-anak dalam memahami segala instruksi yang diberikan agar mereka dapat mencapai target belajar yang sudah dibuat.  Berdasarkan pengalaman saya, dengan memahami dan bisa memasuki dunia anak-anak maka akan mudah untuk saya sebagai pendidik untuk lebih mengenal mereka secara jauh sehingga memudahkan saya untuk mencari metode pembelajaran yang sesuai dengan setiap anak. Manfaat besar dari proses memahami anak-anak ini ternyata begitu membantu saya dalam mengembangkan keterampilan interpersonal sehingga saya mampu berkomunikasi dengan semua kelompok usia.

    Hal positif lainnya yang saya rasakan adalah menjadi pribadi yang multi-tasking yang berarti saya mampu mengatur diri, kelas dan anak-anak pada satu waktu.

    Menjadi pendidik berarti menjadi pribadi yang memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, karena tugas yang diemban tidaklah mudah. Membantu anak-anak prasekolah untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, cerdas dan berkarakter baik adalah tanggung jawab yang besar.

    Sebagai pendidik anak-anak prasekolah berarti saya ikut andil dalam mempersiapkan sedari dini segala kebutuhan yang diperlukan mereka di masa yang akan datang, misalnya mendukung perkembangan pribadi, akademik, dan sosial sesuai dengan perkembangan otak dan psikologi mereka secara keseluruhan.

    Dari sekian banyak hal baik yang saya dapatkan dalam mengajar anak-anak prasekolah, ada beberapa hal yang dirasa cukup menantang yaitu karena pendidik adalah contoh terdekat bagi mereka untuk bersosialisasi dan menemukan hal-hal yang baru dalam kehidupannya. Hal ini berarti saya harus selalu memberikan contoh terbaik untuk “ditiru” oleh anak-anak.      

    Last but not least, usia prasekolah adalah usia yang sulit untuk anak-anak berpisah dengan orangtua, karena mereka akan menghabiskan sebagian waktu dengan orang asing (pendidik di sekolahnya). Maka dari itu, bukanlah hal yang mudah bagi saya untuk selalu bersikap positif dan tenang sehingga dapat membantu mereka untuk beradaptasi dengan baik dan meringankan tingkat kecemasan dan ketidaknyamanan anak-anak karena berpisah dengan orangtua.

    Pada akhirnya, peran pendidik sangatlah penting dalam kehidupan awal anak-anak prasekolah, karena harus membimbing mereka agar dapat bersosialisasi dengan anak-anak yang lain, memfasilitasi kebutuhan anak-anak dalam membangun kemandirian, dan mengajarkan karakter-karakter baik yang akan membantu tumbuh kembang mereka di masa yang akan datang.

     

    Dedicated to all preschool teachers at CLS,

    Respect,

    Ms. Gedah Gantini, S.Pd

    Tags

    2 comments

    • Ar
      / Reply

      Kuncinya suka, happy, sabar..
      Dan Miss Ge sudah membuktikannya..
      Terimakasih Miss Ge..

      • Ms. Gege
        / Reply

        Berkat bantuan tim CLS terutama Bu Aryanti

    Leave a comment