Article

5 Cara Menanamkan Sikap Sportif Pada Anak

Kemampuan untuk bersikap sportif sebaiknya dapat ditanamkan pada anak sejak kecil. Kemampuan ini bermanfaat banyak saat anak akan mengikuti perlombaan ataupun kompetisi yang biasanya memakan waktu cukup panjang. Jika tidak dilatih dan dipelajari sejak kecil, dikhawatirkan kemampuan untuk mengenal menang dan kalah hingga mengikuti aturan tidak dipahami dengan baik sehingga akan menimbulkan sikap-sikap yang berlawanan dengan sportivitas. Oleh karena itu, berikut adalah 5 cara menanamkan sikap sportif pada anak.

  • Mengikuti aturan yang diberikan. Ketika anak ikut dalam suatu perlombaan, pastikan anak mampu mengikuti aturan yang ada. Jelaskan kepada mereka bahwa aturan dibuat agar kompetisi dapat berjalan dengan baik dan teratur.
  • Sampaikan pada anak tentang konsep menang-kalah. Sangat penting untuk menyampaikan pada anak bahwa dalam setiap perlombaan atau kompetisi selalu ada menang dan kalah. Jelaskan bahwa konsep menang dan kalah dalam sebuah perlombaan merupakan hal yang sangat biasa terjadi. Berikan pengertian pada anak, bahwa setiap orang pasti pernah mengalami kemenangan dan juga kekalahan. Jangan pernah bosan untuk mengingatkan mereka tentang hal ini, terutama ketika anak-anak akan menghadapi sebuah perlombaan atau kompetisi.
  • Berlatih sportif. Memiliki jiwa sportif perlu ditanamkan sejak dini. Kelak, mereka akan membawa hal ini sampai dewasa. Kita bisa melatih jiwa sportivitas anak melalui kegiatan sederhana, misalnya dengan berolahraga seperti lomba lari, atau lomba yang sering dilakukan saat momen 17-an. Tentu saja, berikan kesempatan menang dan kalah pada anak. Jangan biarkan anak fokus pada hal yang ia tak bisa lakukan. Sebaliknya, berikan dukungan untuk menyemangati anak.
  • Nikmati lomba. Bisa jadi lomba yang diikuti anak, seperti menyusun balok, sudah jadi makanannya sehari-sehari sehingga ia berpeluang besar untuk menang. Namun demikian, tetap bantu anak supaya tidak fokus pada kemenangan saja, melainkan menikmati proses lomba tersebut. Katakan padanya, “Just enjoy the game!” Ajari juga anak agar selalu fokus pada lomba yang sedang ia jalani.
  • Tetap berikan semangat dan tunjukan rasa bangga di saat anak mengalami kekalahan. Jika anak kalah dalam sebuah kompetisi, hal pertama yang harus dilakukan adalah menyemangati mereka. Katakan bahwa kita tetap bangga dengan anak meskipun mereka belum bisa memenangkan kompetisi tersebut. Jangan lupa ajarkan anak untuk belajar menghargai lawannya yang menang dengan memberikan ucapan selamat.

Cendekia Leadership School kembali mengadakan kegiatan kompetisi kelompok dalam bidang olahraga dan permainan pada peringatan dan perayaan Hari Ulang Tahun Indonesia yang ke-77. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15-19 Agustus 2022. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjalin hubungan persahabatan antar siswa, mengenali karakteristik teman, mampu mempraktikkan pengendalian diri, melakukan sesuatu sesuai dengan peraturan, bertanggung jawab terhadap tugas tertentu, menunjukkan keinginan untuk bekerja sama dalam kelompok, dan memahami bahwa kontribusi mereka berpengaruh terhadap keberhasilan kelompoknya.

Referensi:
Halodoc.com
Parenting.co.id
Popmama.com

Editor : Muhammad Ridlo

Leave a comment