Belajar dari ahli sudah menjadi rutinitas setiap kali sekolah mengadakan in-house training. Tujuannya beragam, mulai dari meningkatkan kualitas guru hingga memperoleh cara pandang baru dalam menjalani profesi sebagai seorang pendidik.
Namun, di Cendekia Leadership School Bandung, belajar dari ahli tidak selalu berarti menghadirkan sosok eksternal yang ternama. Ada satu praktik sederhana yang justru menjadi kebiasaan harian dan memiliki dampak yang tidak kalah besar.
7 Minute Sharing
Di Cendekia Leadership School Bandung, belajar dari sesama dilakukan setiap pagi. Bukan dengan mengundang pakar dari luar, melainkan dengan memberi ruang kepada guru-guru untuk berbagi hal yang telah dipelajari—sesuatu yang dianggap layak untuk diketahui, didiskusikan, atau bahkan diterapkan dalam pembelajaran di kelas.
Kegiatan ini dikenal sebagai 7 Minute Sharing. Dalam waktu yang singkat, setiap guru berkesempatan membagikan insight, pengalaman, atau refleksi dari praktik mengajar yang mereka jalani.
Sederhana, tetapi konsisten.
Belajar dari Pengalaman
Melalui kebiasaan ini, guru tidak hanya menjadi penerima pengetahuan, tetapi juga menjadi sumber belajar bagi rekan-rekannya. Setiap hari, selalu ada hal baru yang dipelajari—bukan dari teori yang jauh, tetapi dari praktik nyata yang terjadi di ruang kelas.
Di sinilah proses belajar menjadi lebih relevan. Guru tidak sekadar mengetahui, tetapi memahami konteks dan kemungkinan penerapannya.
Praktik Baik dan Bertumbuh Bersama
Kegiatan sederhana ini membentuk budaya belajar yang organik di lingkungan sekolah. Guru terbiasa untuk terus mencari, merefleksikan, dan membagikan pengetahuan. Tidak ada posisi yang benar-benar “paling tahu”, karena setiap orang berada dalam proses belajar yang sama.
Dan mungkin, di situlah letak kekuatannya.
Cendekia Leadership School Bandung tidak hanya menjadi tempat mengajar, tetapi juga ruang bertumbuh. Ruang di mana guru belajar dari sesama, sehingga mampu terus berkembang dan pada akhirnya mencetak generasi yang unggul.


