Awal tahun ajaran baru biasanya diisi dengan berbagai persiapan, mulai dari menyusun perangkat pembelajaran hingga merancang aktivitas di kelas.
Namun, guru-guru Cendekia Leadership School Bandung memulainya dengan cara yang berbeda. Di hari pertama mempersiapkan pembelajaran, guru-guru berjalan kaki menyusuri beberapa sudut Kota Bandung melalui kegiatan experiential learning.
Bagi Cendekia Leadership School, pembelajaran yang baik tidak hanya lahir dari buku atau ruang kelas. Guru juga perlu mengalami, mengamati, dan memahami kehidupan di sekitar agar mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan dunia yang dihadapi murid setiap hari.

Belajar Melihat Bandung dengan Cara yang Berbeda
Dalam kegiatan experiential learning, para guru berjalan kaki menuju beberapa titik yang telah ditentukan sambil menyelesaikan berbagai tantangan. Perjalanan tersebut bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi latihan untuk mengamati lingkungan secara lebih saksama.
Saat menggunakan kendaraan, banyak hal sering terlewat karena perjalanan berlangsung begitu cepat. Sebaliknya, ketika berjalan kaki, guru memiliki kesempatan untuk melihat lebih dekat kondisi trotoar, ruang publik, kebersihan lingkungan, hingga interaksi masyarakat. Pada akhirnya experiential learning ini menghadirkan perspektif baru tentang Kota Bandung yang selama ini mungkin luput dari perhatian.
Mengapa Guru Perlu Melakukan Experiential Learning?
Pengalaman langsung memberikan sudut pandang yang berbeda dibandingkan hanya membaca referensi atau berdiskusi di dalam ruangan. Dari kegiatan ini, para guru memperoleh beberapa pembelajaran penting.
-
Kepekaan terhadap lingkungan sekitar
Berjalan kaki membantu guru melihat berbagai persoalan yang ada di sekitar mereka. Mulai dari kondisi fasilitas publik, pengelolaan sampah, hingga dinamika kehidupan masyarakat. Kepekaan ini menjadi bekal penting untuk memahami konteks kehidupan murid.
-
Pengalaman melahirkan ide pembelajaran
Banyak ide pembelajaran muncul justru setelah guru mengalami sendiri sebuah peristiwa. Pengalaman tersebut membantu guru merancang aktivitas belajar yang lebih konkret, menarik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
-
Pembelajaran menjadi lebih kontekstual
Ketika materi pelajaran dikaitkan dengan lingkungan tempat murid tinggal, proses belajar menjadi lebih bermakna. Murid tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga memahami bagaimana konsep tersebut hadir dalam kehidupan nyata.
Dari Pengalaman Guru Menuju Pengalaman Belajar Murid
Kegiatan ini bukan sekadar agenda untuk guru. Pengalaman yang diperoleh akan menjadi dasar dalam merancang pembelajaran yang lebih kontekstual di kelas.
Guru didorong untuk menghubungkan materi pelajaran dengan isu-isu yang dekat dengan kehidupan murid, seperti lingkungan, ruang kota, maupun tantangan sosial yang mereka temui setiap hari. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada teori, tetapi mengajak murid berpikir kritis, mengembangkan kepedulian, dan mencari solusi terhadap persoalan nyata.
Membangun Pembelajaran yang Bermakna
Di Cendekia Leadership School Bandung, kami percaya bahwa pembelajaran yang bermakna dimulai dari guru yang terus belajar. Ketika guru bersedia keluar dari ruang kelas untuk memahami lingkungan di sekitarnya, mereka akan lebih siap menghadirkan pengalaman belajar yang relevan bagi murid.
Karena pada akhirnya, pendidikan bukan hanya tentang menyampaikan pengetahuan, tetapi juga membantu murid memahami dunia tempat mereka hidup dan mempersiapkan diri untuk memberi dampak positif di dalamnya.








